Album Review Paul McCartney - Memory Almost Full

Paul
Untuk musisi kawakan sekelas Paul McCartney kejayaan masa lalu adalah
sebuah harta yang tidak akan pernah lekang untuk dikenang dan dicintai.
Kecintaannya pada masa lalu telah dibuktikan pada album terdahulunya Chaos and Creation in the Backyard
yang terdengar seperti sebuah kumpulan lagu-lagu balada milik The
Beatles yang tidak pernah dirilis. Kini McCartney sekali lagi
membuktikan betapa ia sungguh-sungguh mencintai masa lalunya bahkan di
masa saat ia telah berpisah dengan John Lennon, pasangan jiwanya. Album
Memory Almost Full ini akan membawa kita kembali ke periode karir solonya setelah bubarnya The Beatles.

Lagu-lagu
seperti “See Your Sunshine”, “Ever Present Past” dan juga “Vintage
Clothes” meniupkan nafas soft rock dari periode Wings. Sebuah periode
dimana McCartney berusaha keras untuk menunjukkan sisi lain dari
dirinya yang lebih garang dan kompleks. Periode ini sebenarnya
merupakan puncak dari segala kreativitas McCartney dimana ia
seakan-akan ingin membuktikan pada dunia bahwa ia bisa berdiri sendiri.

Salah satu track terbaik dalam album ini, “Mister Bellamy”
mempunyai kelas yang sama dengan lagu “Unckle Albert” dari album Ram.
Sebuah lagu yang memperlihatkan sisi eksperimental McCartney yang
selama ini kurang dikenal. Eksperimen seperti ini lalu dilanjutkan
dengan power ballads “House of Wax” yang digelayuti nuansa suram,
didramatisir oleh suara halilintar serta dengan vokal McCartney yang
penuh echo. Namun entah mengapa lagu ini malah mengingatkan saya dengan
tipikal lagu dari Ozzy Osborne.

Tidak cukup sampai disitu, “Only
Mama Knows” lalu menohok tajam dengan distorsi kental yang membawa
ingatan kita kepada lagunya terdahulu “Jet” dari album Band on the Run.
Masih dengan balutan rock yang tajam, “Nod Your Head” akan mengguncang
para penggemar lagu balada dari McCartney, termasuk saya.

Kekuatan
rock yang begitu menggema dalam kedua lagu tadi sebenarnya tidak
terlalu mengagetkan. Mengingat McCartneylah yang menciptakan “Helter
Skelter” – sebuah lagu terkencang dari The Beatles yang sering disebut
juga sebagai salah satu lagu heavy metal pertama yang pernah direkam.
Tetapi bagi saya, kekuatan terbesar McCartney tetaplah pada
balada-balada manis yang diciptakannya. Dan bukan pada lagu-lagu
eksperimental dan lagu-lagu kencang yang banyak menghiasi album ini.

Setelah sebelumnya kita dibuai dengan keanggunan Chaos and Creation in the Backyard , maka album ini seperti membangunkan kita dari tempat tidur yang hangat dan nyaman.

Album
ini adalah rilisan pertama dari label baru milik perusahaan kopi
terkemuka, Starbucks. Tetapi yang pasti, album ini tidak akan menjadi
teman yang baik untuk bersantai dan minum kopi di Starbucks.

One Response to “Album Review Paul McCartney - Memory Almost Full”

  1. Gustini Says:

    i like you…^^

Leave a Reply